ID/Prabhupada 0059 - Jangan Melupakan Urusan Sejatimu

Revision as of 07:12, 24 September 2016 by Gusti (talk | contribs) (Created page with "<!-- BEGIN CATEGORY LIST --> Category:1080 Indonesia Pages with Videos Category:Prabhupada 0059 - in all Languages Category:ID-Quotes - 1975 Category:ID-Quotes -...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Invalid source, must be from amazon or causelessmery.com

Lecture on BG 2.14 -- Mexico, February 14, 1975

Maka kemudian pertanyaannya adalah, "Jika aku kekal, mengapa ada begitu banyak kondisi kehidupan yang menyedihkan ? Dan mengapa aku harus mati?" Jadi ini adalah pertanyaan yang cerdas, bahwa, "Jika aku kekal, lalu mengapa aku harus tetap berada di dalam badan material yang mengalami kematian, kelahiran, usia tua dan penyakit ini?" Karenanya Kṛṣṇa memberikan petunjuk bahwa kondisi kehidupan material yang menyedihkan ini adalah disebabkan oleh badan material ini. Mereka yang adalah para karmī, yang artinya adalah mereka yang disibukkan dalam pemuasan indria-indria... Mereka disebut sebagai para karmī. Para karmī tidak memperdulikan masa depan, mereka hanya menginginkan fasilitas kehidupan yang seketika. Seperti halnya seorang anak kecil yang tanpa pengawasan dari orang tuanya, ia bermain sepanjang hari dan ia tidak perduli akan kehidupan masa depannya, tidak pergi bersekolah. Akan teapi pada kehidupan di dalam badan manusia ini, jika kita benar-benar cerdas, maka kita akan berusaha sebaik-baiknya untuk memperoleh badan atau kehidupan di dalam mana tidak terdapat kematian, kelahiran, usia tua dan penyakit.

Jadi gerakan kesadaran Kṛṣṇa ini dimaksudkan untuk mengajarkan orang-orang untuk tujuan tersebut. Sekarang, seseorang boleh berkata bahwa, "Jika aku hanya membhaktikan diri di dalam kesadaran Kṛṣṇa, lalu bagaimana keperluan materialku akan disediakan?" Maka jawabannya ada di dalam Bhagavad-gītā, bahwa setiap orang yang hanya disibukkan di dalam kesadaran Kṛṣṇa ini, maka Kṛṣṇa akan mengurus semua keperluan hidupnya. Kṛṣṇa mengurus pemeliharaan atas setiap orang. Eko yo bahūnāṁ vidadhāti kāmān :"Pribadi Yang Utama itu sedang mengurus semua keperluan seluruh makhluk hidup." Jadi bagi seorang penyembah yang sedang berusaha untuk pulang ke rumah, kembali kepada Tuhan, maka tidak akan ada kekurangan. Percayalah, kata Kṛṣṇa di dalam Bhagavad-gītā, teṣāṁ satata-yuktānāṁ yoga-kṣemaṁ vahāmy aham : (BG 9.22). "Seorang penyembah yang selalu disibukkan di dalam pelayanan kepadaKu, Aku mengurus, bagaimana keperluan hidupnya akan dipenuhi." Contoh yang nyata adalah bahwa di dalam gerakan kesadaran Kṛṣṇa ini, kita memiliki seratus center, dan temple, tidak kurang dari duapuluh lima buah, serta sekitar 250 orang penyembah. Kita tidak memiliki sumber pendapatan yang pasti, dan untuk semua cabang, kita menghabiskan biaya sekitar delapanpuluh ribu dolar sebulan. Namun atas karunia Kṛṣṇa kita tidak mengalami kekurangan, semuanya tersedia. Orang-orang kadangkala terkejut bahwa, "Orang-orang ini tidak bekerja, tidak memiliki pekerjaan apapun, semata-mata hanya berjapa Hare Kṛṣṇa. Bagaimana mereka hidup?" Jadi itu bukan masalah. Jika kucing dan anjing bisa tetap hidup atas karunia Tuhan, maka para penyembah bisa hidup denga sangat nyaman juga atas karunia Tuhan Tidak ada masalah seperti itu, tetapi jika seseorang berpikir bahwa, "Aku sudah mengikuti kesadaran Kṛṣṇa, tetapi aku menderita di dalam banyak hal," maka untuk mereka, atau untuk kita semua, petunjuknya adalah : mātrā-sparśās tu kaunteya śītoṣṇa-sukha-duḥkha-dāḥ : (BG 2.14). "Kesedihan dan kesenangan ini adalah bagaikan musim dingin dan musim panas." Di musim dingin air menjadi sangat dingin dan menyakitkan, sedangkan di musim panas air menjadi sangat menyenangkan. Lalu apa kedudukan air? Apakah ia menyenangkan atau menyakitkan? Air tidaklah menyakitkan, tidak juga menyenangkan, namun pada musim tertentu, melalui sentuhan pada kulit, ia terasa sebagai menyakitkan atau menyenangkan. Rasa sakit serta rasa senang seperti itu dijelaskan di sini :"Mereka itu datang dan pergi. Mereka tidaklah bersifat tetap." Āgama apāyinaḥ anityāḥ (BG 2.14) berarti "Mereka itu datang dan pergi, karenanya mereka tidaklah bersifat tetap." Kṛṣṇa kemudian memberi nasihat, tāṁs titikṣasva bhārata (BG 2.14) : "Tahanlah itu." Tetapi jangan sampai kamu melupakan urusan sejatimu, kesadaran Kṛṣṇa. Jangan perdulikan semua kesenangan serta kesedihan material ini.