ID/Prabhupada 0763 - Setiap Orang Akan Menjadi Guru Bila Ia Sudah Menjadi Murid Yang Ahli, Tetapi Mengapa Upaya Yang Belum Matang Ini Terjadi?

Revision as of 16:00, 1 September 2017 by Gusti (talk | contribs) (Created page with "<!-- BEGIN CATEGORY LIST --> Category:1080 Indonesian Pages with Videos Category:Prabhupada 0763 - in all Languages Category:ID-Quotes - 1976 Category:ID-Quotes...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)




Conversation -- May 30, 1976, Honolulu

Prabhupāda : Kecenderungan untuk menjadi guru itu ada. Tetapi ... Bagaimanapun juga, setiap orang dari kamu semua akan harus menjadi guru. Tetapi mengapa terjadi upaya yang belum matang? Itulah pertanyaanku. Setiap orang akan menjadi guru bila ia sudah menjadi murid yang ahli, tetapi mengapa upaya yang belum matang ini terjadi? Guru itu bukanlah sesuatu yang hanya sekedar tiruan saja. Jika seseorang sudah matang, maka dengan sendirinya ia akan menjadi guru. Apa jawaban untuk pertanyaan ini? Telah ada beberapa upaya untuk menjadi guru. Aku sudah melatihmu semua untuk menjadi guru di masa depan.

Gerakan kesadaran Kṛṣṇa ini, semua kepemilikan serta segala sesuatunya, tidak akan aku bawa serta. Semuanya akan tetap berada pada tempatnya. Diperlukan penanganan yang sangat matang. Tetapi ternyata telah terjadi beberapa upaya untuk dengan segera menjadi guru. Apakah aku benar atau keliru? Hm? Aku sedang bertindak sebagai guru. demikian juga dengan saudara seperguruanku, mereka juga sedang melakukan hal itu. Tetapi aku tidak pernah melakukan upaya itu selama Guru Mahārāja masih hidup. Itu bukanlah tata caranya. Jadi, ada upaya yang belum matang. Dan bukanlah dengan upaya yang dibuat-buat seperti itu seseorang bisa menjadi guru. Guru itu diterima oleh (tidak jelas), bukan dengan upaya yang dibuat-buat. Āmāra ājñāya guru hañā. (CC Madhya 7.128), "Ikutilah perintahKu dan jadilah guru." Dan bukannya dengan seketika kamu langsung menjadi guru.

āmāra ājñāya guru hañā tāra' ei deśa
yāre dekha, tāre kaha "kṛṣṇa"-upadeśa
(CC Madhya 7.128)

Hmm? Kamu harus mengikuti sistem atau tatanan paramparā. Itulah guru. Dan bukannya bahwa aku sendiri yang menyatakan diriku sebagai guru. Bukan begitu. Itu bukanlah guru. Guru itu adalah ia yang dengan ketat mengikuti perintah dari sang guru kerohaniannya. Maka ia bisa menjadi guru. Jika tidak, maka hal itu hanya akan membuat kerusakan belaka. Upaya yang dibuat-buat itu tidak baik.